Abstraksi merupakan sebuah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang bersifat universal. Proses ini berangkat dari pengetahuan mengenai obyek individual yang bersifat spasiotemporal (ruang dan waktu). Pikiran melepaskan sifat individual dari obyek dan membentuk konsep universal. Pikiran menerima sebuah data inderawi atau fantasma dan menarik keluar bentuknya (forma) yang dengan demikian, menyediakan sesuatu yang universal bagi penggunaan intelektual. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuatu yang tidak dialami secara langsung atau konkret. Abstraksi dapat menerjemahkan dunia karena abstraksi bergerak dalam intuisi ruang dan waktu.
Dalam matematika, titik merupakan contoh abstraksi yang paling sederhana. Titik merupakan obyek dari berpikir, sedangkan subyeknya adalah kesadaran dalam ruang dan waktu. Meskipun bentuknya sangat sederhana, titik (.) mempunyai banyak makna dan potensi. Misalnya titik berpotensi sebagai suatu garis, bidang, lingkaran, bangun tak beraturan, sawah dll. Karena titik merupakan suatu abstraksi maka titik sebagai potensi dapat mewakili dunia yang bergerak dalam intuisi ruang dan waktu.
Abstraksi melahirkan suatu mitos yang bersumber dari kenyataan yang diperoleh malalui pengalaman hidup dan logos yang berada dalam pikiran kita. Mitos dan logos berjalan secara bertentangan karena mitos adalah lawan dari logos dan logos adalah lawan dari mitos. Meskipun demikian, mitos dan logos sama-sama sebagai perangkap untuk menerjemahkan. Sebagai contoh: ketika kita akan menerjemahkan suatu titik, tentu antara orang yang satu dengan yang lain akan berbeda, karena titik tidak diterjemahkan secara tunggal. Titik mempunyai banyak makna dan potensi selama dalam koridor intuisi ruang dan waktu.
Interaksi antara mitos dan logos merupakan suatu tuntunan sekaligus tontonan. Tuntunan itu jadi tontonan, sedangkan tontonan itu dijadikan tuntunan. Dalam filsafat, untuk menginteraksikan antara mitos dan logos misalnya dengan melakukan kegiatan ruwatan. Ruwatan adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa. Itu pun hanya amat sangat sedikit orang Jawa yang mau menerima ruwatan sebagai bagian dari hidupnya. Artinya, kedudukan tradisi ruwatan hanyalah setitik kecil saja dari kawasan yang bernama orang Jawa apalagi bangsa Indonesia. Sebagai sebuah variabel, ruwatan adalah variabel minor bukan major.
Mitos akan terus berjalan menuju logos. Maksudnya , ketika kita ingin menerjemahkan sesuatu melalui sebuah mitos, hasilnya akan kurang memuaskan. Ketidakpuasan itu pada nantinya mendorong manusia untuk terus menerus mencari penjelasan dan keterangan yang lebih meyakinkan bagi dirinya, dan yang lebih akurat. Selain itu, ketika kita mengalami suatu defiasi/penyimpangan/problematik kita akan menggunakan pengalaman hidup kita untuk menyelesaikan segala problema dalam hidup dan kehidupan kita.
Tampaklah, hanya melalui sebuah abstrkasi sederhana, mitos dan logos dapat dibangun melalui pikiran dan pengalaman hidup kita. Begitu abstraksi dapat menerjemahkan dunia yang bergerak dalam koridor ruang dan waktu, abstraksi sangat penting dan berperan dalam hidup dan kehidupan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar