Empat bulan yang lalu engkau telah mempertemukan aku dengan sebuah mata kuliah yang diberi nama “Filsafat Pendidikan Matematika”. Di sini engkau banyak memberi gambaran besar kepada ku seputar dunia filsafat. Aku berangkat dari posisi “nol” untuk mengikuti mata kuliah ini. Pikiranku masih polos, belum terpoles sedikit pun tentang filsafat. Rasa malas tuk mengikuti perkuliahan pun kadang aku rasakan. Dalam hati ini, kadang aku berfikir, untuk apa aku belajar filsafat? Apa ada relevansinya dengan ilmu matematika yang aku pelajari saat ini?
Tetapi, berkat bimbingan tulus mu aku mampu mengubah semua paradigma awal tentang filsafat. Melalui berfikir intensif dan ekstensif aku menyadari bahwasanya filsafat berperan besar dalam hidupku. Jalan pikiran ku pun sedikit lebih menjadi kritis tuk memikirkan hal yang ada dan yang mungkin ada. Kini, aku mengerti 2 + 3 belum tentu akan sama dengan 5, aku mengerti siapa orang paling bodoh, siapakah orang paling seksi, dan aku pun mengerti bagaimana aku mampu bersikap sehingga aku terhindar dari jebakan filsafat.
Setidaknya, sekarang aku jadi tau, siapa yang mengemukakan ilmu adalah asmara, dialah Freud. Kant, yang mengatakan ilmu adalah keputusan. Rusell yang berpendapat bahwa ilmu adalah logika. Aristoteles yang berargument bahwa ilmu adalah pengalaman. Wittgenstain yang berucap ilmu adalah bahasa. Hegel yang bersuara ilmu adalah sejarah. Stuart Mill yang menyampaikan bahwa ilmu adalah manfaat, dan beberapa tokoh filsafat lainnya.
Bangga dan bangga itu kata yang mampu aku ucapkan karena aku telah diberi kesempatan untuk belajar filsafat. Aku mampu mengenal ratusan elegi yang di dalamnya tersirat banyak makna. Aku pun layaknya seorang komentator yang selalu memberi komentar disetiap elegi yang diterbitkan. Aku berkenalan dengan Ontologi, aksiologi, dan epistimologi di sini. Dengan filsafat aku mampu berpendapat semau diriku, karena dalam filsafat tak mengenal benar ataupun salah, semua tergantung bagaimana aku mampu menjelaskannya .
Terimakasih ku ucapkan kepada Dr Marsigit, My philosophy lecturer , karena engkau telah menyumbangkan ilmu filsafatmu kepadaku sehingga saat ini pikiran ku mampu memikirkan sedikit banyak tentang filsafat. Tak ada yang bisa kuperbuat tuk membalas budi baikmu itu, selain mengamalkan ilmu yang tlah engkau berikan. Aku butuh doa darimu, agar kelak aku bisa menularkan ilmu ini kepada orang lain.
Terimakasih terimakasih guruku...
ALLOH yang akan membalas budi baikmu itu
Jasamu tiada tara....................:p
Amin
BalasHapus