Ada awal pasti ada akhir, ada perjumpaan pastilah ada perpisahan. Tak terasa sudah satu semester aku bersama pikiran para filusuf. Rasanya baru kemarin aku mengikuti perkuliahan filsafat pendidikan matematika. Rasanya baru kemarin pula aku bertemu dengan ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Kini aku harus meninggalkan elegi tuk melangkah kedepan mengikuti jejak langkahku dalam mengaplikasikan segala materi yang telah aku dapatkan selama perkuliahan. Tak akan kutemui lagi tes jawab singkat yang selalu membuat aku dan teman-teman berdebar karena tak kuasa mendengar berapa skor nilai yang diperoleh. Tak ada lagi canda, tawa, suka, duka bersama teman seperjuangan dan Dr Marsigit diperkuliahan filsafat pendidikan matematika.
Biarlah semua itu menjadi kenangan yang akan selalu aku kenang, disetiap jejak langkahku. Aku masih ingat, setiap hari Kamis jam 15.30 aku belajar filsafat pendidikan matematika. Di malam harinya aku memberi comment di elegi – elegi yang diterbitkan oleh Dr Marsigit selaku dosen filsafatku. Kadang rasa malas mengerumuniku setiap kali aku hendak memberi comment. Tetapi, setelah sedikit mengerti arti belajar keikhlasan yang aku dapatkan melalui beberapa elegi yang ada, akhirnya rasa malas pun berubah menjadi rasa keingintahuan lebih dalam layaknya aku sedang membaca sebuah novel yang ingin selalu membaca hingga akhir karena penasaran dengan cerita selanjutnya.
Banyak sekali manfaat yang aku dapatkan selama perkuliahan filsafat pendidikan matematika selama kurang lebih 1 semester. Yang saya suka dari perkuliahan filsafat pendidikan matematika ini adalah metode pembelajaran yang digunakan yang menurut saya sangat unik dan lain dari pada yang lain. Pembelajaran tidak hanya tatap muka saja, tetapi melibatkan teknologi melalui sebuah blog dengan memberi comment disetiap elegi yang diterbitkan dengan tujuan agar aku dan teman-teman mampu membangun sendiri filsafatku.
Keunikan lain dari perkuliahan filsafat pendidikan matematika ini adalah adanya tes jawab singkat yang diberikan disetiap awal perkuliahan dengan soal yang tak terduga dan hasil yang tak pernah tuntas. Itulah yang membuat perkuliahan filsafat pendidikan matematika semakin berkesan dan tak terlupakan.
Harapannya aku bisa lebih ikhlas dan sungguh-sungguh dalam setiap langkah perjalananku agar aku mampu terhindar dari jebakan filsafat. Dan aku mampu mengamalkan segala hal yang telah aku peroleh di sini tuk aku kembangkan di luar sana. Semoga kita selalu memeroleh kecerdasan hati dan pikiran. Amien.
Sebagai yang terakhir, aku mohon maaf atas segala arogansiku dalam berfilsafat dan mohon maaf pula atas segala kesalahan selama perkuliahan.
Sukses selalu untuk kita semua!!!!!!!!